PEREKONOMIAN INDONESIA
1. Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah cara yang
dipakai oleh suatu negara untuk menyelesaikan atau menghadapi masalah dalam
bidang ekonomi. Sistem ekonomi digunakan oleh Negara tidak semuanya sama. Pemilihan sistem ekonomi harus didasari dengan
masalah yang sering dihadapi oleh negara tersebut juga mesti cocok dengan
keadaan negara itu.
Sistem berasal dari kata “systēma”
(dalam Bahasa Yunani) yang mengandung arti “keseluruhan dari bermacam-macam
bagian “. Pengertian sistem menurut beberapa ahli :
A.
L.
James Havery
“Menurut dia sistem
adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen
yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai
suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.“
B.
C.W.
Churchman.
“Menurutnya sistem adalah
seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat
tujuan.
Pengertian Sistem
ekonomi secara umum adalah suatu proses penerapan yang saling
behubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dan
identitas tersendiri.
2. Macam-Macam Sistem
Perekonomian
Ada beberapa sistem dalam ekonomi,
berikut adalah macam-macam sistem ekonomi beserta cirri-cirinya :
A.Sistem Ekonomi Tradisional
1.Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah
sistem ekonomi yang didasarkan atas kebiasaan , tradisi masyarakat yang berpola
dari nilai budaya yang turun-temurun dengan mengandalkan faktor-faktor produksi
apa adanya.
2.Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional
ü
Belum adanya pembagian kerja
ü
Teknologi produksi masih sederhana
ü
Produksi masih terbatas dan ditentukan sesuai
kebutuhan
ü
Sistem distribusi berdasarkan kebiasaan atau
tradisi
ü
Sistem pertukaran masih secara barter
ü
Masih tergantung pada sistem agraris
B.Sistem Ekonomi Liberal
1.Pengertian Sistem Ekonomi Liberal
Sistem Ekonomi Leberal adalah
sistem ekonomi yang menghendaki adanya kebebasan yang seluas-luasnya bagi tiap
individu untuk melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan pemerintah.Sistem
Ekonomi yang memberikan kebebasan disebut sebagai“laissez faire” (bahasa
Prancis) yang artinya “biarkanlah”. Tokoh aliiran ini diantaranya adalah Adam
Smith. Negara yang menganut sistem ekonomi liberal antara lain Amerika Serikat,
Inggris, Prancis, Kanada, Swiss dan Jepang.
2.Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal
ü
Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung
dalam kegiatan ekonomi
ü
Adanya kebebasan pihak swasta atau masyarakat
untuk melakukan tindakan ekonomi (memroduksi barang, penentuan harga, dan
lain-lain)
ü
Adanya kebebasan akan persaingan dalam dunia
usaha
ü
Modal memegang peranan penting dalam kegiatan
ekonomi
ü
Adanya kebebasan untuk memiliki barang modal
atau peralatan produksi
ü
Adanya kebebasan memiliki kekayaan dan baranag
konsumsi
ü
Kegiatan ekonomi dilakukan dengan tujuan mencari
keuntungan.
C.Sistem Ekonomi Terpusat
1.Pengertian Sistem Ekonomi Terpusat
Sistem Ekonomi terpusat adalah
sistem ekonomi dimana pemerintah memegang kunci atau dominan dalam pengaturan
kegiatan ekonomi. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat , antara lain
RRC, Rusia, Rumania, Kuba, dan negara-negara Eropa Timur.
2.Ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat
ü
Perencanaan ekonomi, baik kegiatan produksi,
distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan oleh pemerintah (Central
Planning)
ü
Sumber ekonomi dan alat-alat produksi dikuasai
pemerintah
ü
Kebebasan induvidu dalam perusahaan tidak ada
ü
Hak miliki perseorangan atau swasta tidak diakui
ü
Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh
pemerintah
D.Sistem Ekonomi Campuran
1.Pengertian Sistem Ekonomi Campuran
Sistem Ekonomi Campuran adlah
sistem ekonomi yang menghendaki kegiatan ekonomi ditangani dengan cara kerja
sama antara pemerintah dan swasta. Sistem ekonomi ini banyak dipakai oleh
negara-negara berkembang.
2.Ciri-ciri Sitem Ekonomi Campuran
ü
Kegiatan ekonomi ayng dijalankan oleh pihak
swasta terbatas, yaitu pada bidang yang tidak menguasai hajat hidup orang
banyak
ü
Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar
ada campur tangan pemerintah agar tidak terjadi persaingan dan saling merugikan
ü
Peranan pemerintah bersifat mendorong,
membimbing, dan mengawasi dan memberikan bantuan kepada sektor swastaa dalam
perekonomian
ü
Hak milik perorangan atau swasta diakui, tetapi
penggunaanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan rakyat banyak
E. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut
negara Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila
adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di
dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang
dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan
kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan
pemerintah. Ciri-ciri sistem ini terdapat dalam UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III
B No.14. Berikut ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila menurut pasal 33
setelah amandemen:
ü
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasarkan atas asas kekeluargaan
ü
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
ü
Bumi dan
air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
ü
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar
atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan,
berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga
keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
3. Landasan Sistem
Ekonomi di Indonesia
Menurut Landasan idiil
Sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila.
Artinya sitem ekonomi itu berorientasi kepada :
ü
Ketuhanan Yang Maha Esa (Adanya moral
agama,bukan materialisme)
ü
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Tanpa ada
eksploitasi)
ü
Persatuan Indonesia (Adanya
kebersamaan,kekeluargaan dan Nasionalisme)
ü
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
(mementingkan hajat hidup orang banyak)
ü
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
(Adanya kesetaraan)
Dari butir-butir di atas,
keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Keadilan
merupakan titik-tolak, proses dan tujuan sekaligus.
Pasal 33 UUD 1945 adalah
pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesia yang berdasar Pancasila,
dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2) dan 34.
Landasan ini mengandung unsur penting
yang disebut Demokrasi Ekonomi
ü
Demokrasi Ekonomi memiliki ciri-ciri yang
positif, diantaranya adalah :
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
ü
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
ü
Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih
pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai hak akan pekerjaan dan
penghidupan yang layak
ü
Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya
tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
ü
Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga
negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan
kepentingan umum
ü
Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara
oleh negara
Dengan demikian perekonomian
Indonesia tidak mengizinkan adanya : Free
fiht liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali
sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan
terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si
miskin.
4. Pengambilan
Kebijakan yang Lebih Penting Dalam Pembangunan
Pertumbuhan ekonomi
mempunyai arti penting. Petumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan
merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi
dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun
yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsin sehari-hari juga bertambah setiap
tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Jadi menurut saya,
akan lebih baik jika lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu.
Ketika pertumbuhan ekonomi sudah tinggi, maka kelangsungan pemerataan
pembangunan dapat dicapai.
Sumber :
Buku Perekonomian Indonesia, karya : Dumairy, Erlangga 1997
Tidak ada komentar:
Posting Komentar